Cara menghitung average down saham

Panduan menghitung harga rata-rata saham setelah membeli lagi, lengkap dengan contoh tiga kali pembelian dan pengaruh fee.

Average down berarti membeli saham yang sama lagi di harga lebih rendah dari pembelian sebelumnya, sehingga harga rata-rata pembelianmu turun. Tulisan ini menjelaskan cara menghitung harga rata-rata dan harga impasnya. Isinya soal hitungan, bukan anjuran membeli, menambah, atau menjual saham.

Buka kalkulator average down

Rumus harga rata-rata

Harga rata-rata = total nilai pembelian ÷ total jumlah saham

Total nilai pembelian adalah jumlah dari harga × jumlah saham di setiap transaksi. Jumlah saham didapat dari lot × saham per lot. Nilai awalnya 100 saham per lot, tetapi periksa ketentuan bursa terkini.

Ini rata-rata tertimbang: pembelian dengan jumlah saham lebih besar punya pengaruh lebih besar pada hasil. Karena itu hasilnya bukan sekadar rata-rata dari harga-harga belimu.

Langkah menghitung

  1. Catat harga dan jumlah lot setiap pembelian.
  2. Ubah lot menjadi saham, lalu kalikan dengan harganya untuk mendapat nilai tiap transaksi.
  3. Jumlahkan semua nilai dan semua saham.
  4. Bagi total nilai dengan total saham.

Contoh tiga kali pembelian

Misalkan kamu membeli saham yang sama tiga kali, dengan 100 saham per lot:

Tiga pembelian, satu saham

Pembelian 1
10 lot × Rp1.000
Pembelian 2
10 lot × Rp900
Pembelian 3
20 lot × Rp800
Total
4.000 saham, Rp3.500.000
Harga rata-rata akhir
Rp875

Setelah pembelian kedua, rata-ratanya Rp950 (1.900.000 ÷ 2.000). Setelah pembelian ketiga turun menjadi Rp875 (3.500.000 ÷ 4.000). Pembelian ketiga paling besar jumlahnya, jadi paling kuat menarik rata-rata ke bawah.

Kamu bisa mencoba angka yang sama di kalkulator average down saham dan membandingkan hasilnya.

Menghitung di spreadsheet

Taruh harga di kolom A dan jumlah lot di kolom B. Rumus =SUMPRODUCT(A2:A4;B2:B4)/SUM(B2:B4) langsung memberi harga rata-rata, karena saham per lot tertulis sama di pembilang dan penyebut sehingga saling meniadakan. Pemisah rumus bisa koma atau titik koma, tergantung pengaturan bahasa spreadsheetmu.

Pengaruh fee transaksi

Fee beli menambah modal, dan fee jual mengurangi hasil penjualan. Karena itu harga impas selalu sedikit di atas harga rata-rata.

Modal = total nilai × (1 + fee beli)
Harga impas = modal ÷ total saham ÷ (1 − fee jual)

Dengan fee beli 0,15% dan fee jual 0,25% pada contoh di atas, modalnya Rp3.500.000 × 1,0015 = Rp3.505.250. Harga impasnya Rp3.505.250 ÷ 4.000 ÷ 0,9975, sekitar Rp878,51, sedikit di atas Rp875.

Angka fee hanya contoh; pakai fee dari sekuritasmu. Harga di bursa juga bergerak mengikuti fraksi harga, jadi harga impas sebenarnya dibulatkan ke fraksi harga di atasnya. Periksa ketentuan bursa terkini.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai rata-rata sederhana. Membeli 10 lot di Rp1.000 lalu 30 lot di Rp800 bukan berarti rata-ratanya Rp900. Hitungan tertimbang: (1.000.000 + 2.400.000) ÷ 4.000 saham = Rp850.
  • Mencampur lot dan lembar. Rumus butuh jumlah saham. Kalau yang kamu punya lot, kalikan dulu dengan saham per lot.
  • Mengabaikan fee. Tanpa fee, kamu bisa mengira sudah impas padahal masih sedikit rugi.
  • Menyamakan harga rata-rata dengan harga impas. Harga rata-rata belum memasukkan fee jual.
  • Lupa pembelian lama. Masukkan semua pembelian saham yang sama, termasuk yang dulu kamu lakukan di sekuritas lain.

Hal yang perlu diingat

  • Harga rata-rata turun, tetapi modal yang tertanam di satu saham bertambah.
  • Jika harga terus turun, kerugian ikut membesar. Hitungan tidak menjamin harga kembali naik.
  • Pertimbangkan seberapa besar porsi saham itu dalam seluruh uang yang kamu investasikan.

Rumus lengkap ada di metode perhitungan, dan batas tanggung jawab kami di disclaimer.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya average down dan DCA?

Average down adalah membeli lagi saat harga lebih rendah dari pembelian sebelumnya. DCA adalah membeli rutin dengan nominal tetap, tanpa melihat harga. Cara menghitung harga rata-ratanya sama: total nilai dibagi total saham.

Apakah average down pasti menguntungkan?

Tidak. Harga rata-rata turun, tetapi modalmu bertambah. Jika harga terus turun, kerugian bisa lebih besar. Hitungan hanya menunjukkan angka, bukan menilai keputusanmu.

Berapa saham dalam satu lot?

Nilai awalnya 100 saham per lot, tetapi ketentuan bursa bisa berubah. Periksa ke sumber resmi bursa atau sekuritasmu.

Apakah rumus ini bisa untuk average up?

Bisa. Jika pembelian tambahan lebih tinggi dari sebelumnya, harga rata-rata tetap dihitung dengan rumus yang sama.

Bagaimana kalau saya membeli di sekuritas yang berbeda?

Gabungkan semua pembelian saham yang sama. Fee tiap sekuritas bisa berbeda, sedangkan kalkulator memakai satu persentase, jadi hasilnya perkiraan.

Coba hitung sendiri

Buka kalkulator average down

Bacaan terkait

Terakhir diperbarui .

Scroll to Top